aku ada sebuah cerita...yang rumit, dan itu, tentang aku, dia, dan cinta...
suatu hari di sebuah acara besar di hari idul fitri ku yang terindah....ada satu pinta ku yang begitu indah nan mengensankan, aku menjadi tahu, dan mengerti akan Allah...
dan aku meminta,
bahwa aku kan ditunjukannya seseorang yang bisa jadikan pendamping hidupku, hingga akan aku temui di hari itu, HARI RAYA IDUL FITRI itu, adakah yang lebih membuatku terkesan waktu itu, hingga aku tahu, Allah memberiku petunjuk akan hal itu, dan entah, apa yang terjadi di hari itu, aku seperti hausnya berada di padang nan gersang...
aku bertemu dengan T. dia baik, manis, pendiam, dan mungkin shaleh.
aku tahu, dia perfect buatku, yang bisa menutupi kekuranganku, dan menjadikan hidupku lebih sempurna.....T di hari itu mengajakku hangout, dan kita pun selayaknya orang pacaran, pergi berdua saja...kita bicara berdua, dan entah kenapa aku merasa akan begitu dekat dengannya...
karena selama ini aku tak pernah miliki pacar, dan mungkin aku harus membuka hatiku untu seseorang yang mengetuk pintu hatiku...
dan pada pagi harinya T pergi meninggalkan desa untuk sebuah tugasnya, namun di sisi lain, dia meninggalkan tanya yang harus aku jawab, meski itu hanya terucap di sms, dia pun gak sempat nemui aku , meski aku berfikir kalau dia gak gentle....
ada perasaan maklum juga karena itu....
waktu berjalan, dan 1,5 tahun kita menjalaninya dengan long distance...
aku pun tak tahu kenapa selama itu, baru pertama kalinya berpacaran dan bertahan, dan selalu bertahan dengan tangisku, meski terkadang lelah dan ingin di perhatikan dan seringnya dia meninggalkan aku yang sendiri dengan segenggam kepercayaanku padanya...
aku kadang tak tahu harus berbuat apa....
waktu dan doaku mungkin telah didengarkan olehNya...
entah kenapa aku merasa ingin menjadikan T imam yang baik buat aku, keluarga dan anak-anakku nanti, dan aku ingin menjadikannya suamiku....
itu keinginanku,
namun, setelah itu...
berjalannya waktu, dia memberiku nafas yang bisa membuatku hidup lebih lama dengannya.... bahwa dia ingin menikahiku, dia berencana menungguku setelah selesai kuliah...
akupun percaya
dan bahagia dengan niat baiknya...
lama lama...
hari demi hari...
entah kenapa di hari itu, bulan januari...
aku tak mengerti, aku di putusnya hanya lewat sms singkat, tanpa pnjelasan apapun, dan beralasan bahwa aku over protective dan ortuku nggak setuju...
entah apa aku harus iklhas menerima kenyataan pahitku sendiri... atau aku harus tetap mencari jawabannya,,,,
T ganti nomer, dan aku hilang komunikasi dengannya... walau aku ingin marah dan menangis sekalipun... aku seperti terbuang begitu saja.
akujatuh...
aku terpuruk...
dan aku menangis...
aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ????
apa karena dia sudah menemukan penggantiku???
begitu jahatnya dia...atau aku yang kurang perhatian padany???
apa aku berlebihan perhatian padanya???dan terlalu keras???
aku ingin intropeksi dan ingin berubah...
dan menjadi kekasihnya lagi...
namun, dia engga mau, dan menolakku lewat telpon....
suatu hari aku juga putusin untuk ganti nomer sementara...
aku ingin melupakannya,
belajar menjalani hidupku yang baru...
susah... sedih, dan terjatuh aku jalani tanpa penopang,
dan aku seperti kehilangan arahku....
aku bingung... aku harus bagaimana....???
terkadang aku ingin menjadi seseorang yang terlahir kembali agar aku bisa menulis apa saja yang ingin aku jalani agar tak ada kesedihan dan tangis disana....
waktu itu adalah skripsiku yang harus selesai dan begitu beriring dengan kepergiannya dihatiku..
jujur, aku nggak bisa melupakannya...
kata temen kos ku, dia telpon dan menanyakan aku..
tapi aku seperti diguncang... dan aku harus bagaimana...
apa aku harus menjadikan itu kesempatan untuk menanyakannya atau membiarkannnya menguap tanpa ada titik temu dan jawaban yang aku harapkan???
kadang aku harus bertarung dengan rinduku yang setengah mati padanya
suatu hari di sebuah acara besar di hari idul fitri ku yang terindah....ada satu pinta ku yang begitu indah nan mengensankan, aku menjadi tahu, dan mengerti akan Allah...
dan aku meminta,
bahwa aku kan ditunjukannya seseorang yang bisa jadikan pendamping hidupku, hingga akan aku temui di hari itu, HARI RAYA IDUL FITRI itu, adakah yang lebih membuatku terkesan waktu itu, hingga aku tahu, Allah memberiku petunjuk akan hal itu, dan entah, apa yang terjadi di hari itu, aku seperti hausnya berada di padang nan gersang...
aku bertemu dengan T. dia baik, manis, pendiam, dan mungkin shaleh.
aku tahu, dia perfect buatku, yang bisa menutupi kekuranganku, dan menjadikan hidupku lebih sempurna.....T di hari itu mengajakku hangout, dan kita pun selayaknya orang pacaran, pergi berdua saja...kita bicara berdua, dan entah kenapa aku merasa akan begitu dekat dengannya...
karena selama ini aku tak pernah miliki pacar, dan mungkin aku harus membuka hatiku untu seseorang yang mengetuk pintu hatiku...
dan pada pagi harinya T pergi meninggalkan desa untuk sebuah tugasnya, namun di sisi lain, dia meninggalkan tanya yang harus aku jawab, meski itu hanya terucap di sms, dia pun gak sempat nemui aku , meski aku berfikir kalau dia gak gentle....
ada perasaan maklum juga karena itu....
waktu berjalan, dan 1,5 tahun kita menjalaninya dengan long distance...
aku pun tak tahu kenapa selama itu, baru pertama kalinya berpacaran dan bertahan, dan selalu bertahan dengan tangisku, meski terkadang lelah dan ingin di perhatikan dan seringnya dia meninggalkan aku yang sendiri dengan segenggam kepercayaanku padanya...
aku kadang tak tahu harus berbuat apa....
waktu dan doaku mungkin telah didengarkan olehNya...
entah kenapa aku merasa ingin menjadikan T imam yang baik buat aku, keluarga dan anak-anakku nanti, dan aku ingin menjadikannya suamiku....
itu keinginanku,
namun, setelah itu...
berjalannya waktu, dia memberiku nafas yang bisa membuatku hidup lebih lama dengannya.... bahwa dia ingin menikahiku, dia berencana menungguku setelah selesai kuliah...
akupun percaya
dan bahagia dengan niat baiknya...
lama lama...
hari demi hari...
entah kenapa di hari itu, bulan januari...
aku tak mengerti, aku di putusnya hanya lewat sms singkat, tanpa pnjelasan apapun, dan beralasan bahwa aku over protective dan ortuku nggak setuju...
entah apa aku harus iklhas menerima kenyataan pahitku sendiri... atau aku harus tetap mencari jawabannya,,,,
T ganti nomer, dan aku hilang komunikasi dengannya... walau aku ingin marah dan menangis sekalipun... aku seperti terbuang begitu saja.
akujatuh...
aku terpuruk...
dan aku menangis...
aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ????
apa karena dia sudah menemukan penggantiku???
begitu jahatnya dia...atau aku yang kurang perhatian padany???
apa aku berlebihan perhatian padanya???dan terlalu keras???
aku ingin intropeksi dan ingin berubah...
dan menjadi kekasihnya lagi...
namun, dia engga mau, dan menolakku lewat telpon....
suatu hari aku juga putusin untuk ganti nomer sementara...
aku ingin melupakannya,
belajar menjalani hidupku yang baru...
susah... sedih, dan terjatuh aku jalani tanpa penopang,
dan aku seperti kehilangan arahku....
aku bingung... aku harus bagaimana....???
terkadang aku ingin menjadi seseorang yang terlahir kembali agar aku bisa menulis apa saja yang ingin aku jalani agar tak ada kesedihan dan tangis disana....
waktu itu adalah skripsiku yang harus selesai dan begitu beriring dengan kepergiannya dihatiku..
jujur, aku nggak bisa melupakannya...
kata temen kos ku, dia telpon dan menanyakan aku..
tapi aku seperti diguncang... dan aku harus bagaimana...
apa aku harus menjadikan itu kesempatan untuk menanyakannya atau membiarkannnya menguap tanpa ada titik temu dan jawaban yang aku harapkan???
kadang aku harus bertarung dengan rinduku yang setengah mati padanya
Komentar