andai semua bisa terjawab....
sang waktu tak kan mungkin dipersalahkan...
aku temukan seorang pria,
dia tampan rupawan...
aku membaca pikirannya
dan ia memacari seorang gadis,
entah bodo atau naifnya
sang gadis menerima....
namun seakan waktu tak menyisakan
keindahan di antara keduanya..
sang cowok adalah yatim....
namun, dia sebagai penopang keluarganya
dari kedua kakak perempuannya...
bagi si cewek, bersama pacar adalah kebahagiaan untuuknya
namun, seakan tidak bagi hatinya...
ketidakmauan dari orangtua harus rela ia pertaruhkan,,
diantara bengis, dendam dan penghianatan...
seperti anjing yang tercabik babi hutan,
sang gadis telah berlumur...
tapi ditinggalkan sang pacar, untuk selamanya
tidak untuk kembali
kini dalam penglihatanku,
sang gadis telah terpuruk dalam, begitu dalam...
mencoba bangkit namun jatuh terkulai
lemah
tak berdaya
....
adakah sinonim yang pantas untuknya
sedangkan arah jarum jam berlawanan dengan keinginannya
berontak, berteriak...
aku melihatnya,
sang waktu telah dikecewakannya..
kini untuk apa dia hidup, semua terlihat gelap...
tapi cahaya tak begitu jauh darinya
hingga ia selalu berfikir jernih
, gmbrn hidup, telah dia kisahkan dalam sebuah sajak indah
aku melihatnya,
tiada kata yang lebih indah selain melihatnya berkarya, namun,
hampa yang belum terusir dari relung hati, mencoba ia singkirkan
dingin yang menusuk kulitnya
membuatnya semakin rapuh....aku juga melihatnya,
sang fajar yang masih merangkak
mungkin isyarat sebagai motivasi sang gadis...
aku juga melihatnya
...
sebuah tanda di matanya
sebuah bulir berkilau disana,
mencoba ditahannya
tiada terjatuh...
dia adalah gadis sekaligus wanita,
ketika aku melihatnya, mencoba meyakinkan
namun, hatinya tak terlihat olehku,
sebab dia mungkin tak kuasa
dan setelah itu,
waktu, dan apa yang ada
dicoba
semoga tak ia lampoi batas
apa...
apa yang bisa terkatakan olehku selain cobalah bertahan
untuk kesempatan yang ada,
dari sekian banyak kesempatan yang telah disiakannya
untuk berjanji pada diri sendiri...
untuk temukan cinta yang baru
"namun, tiada bisa" ia katakan
....
di sudut penglihatanku, aku menerawang..
untuk kesekian kalinya aku mencoba diam, menjauhkan persaaan yang ikut sedih terhadapnya...
bukan nurani yang berdusta, tapi apakah dia gadis tersia-sia yang pernah aku lihat
sang pacar adalah laki-laki yang begitu juga tak seperti seorang pria
dan, aku melihatnya...
mungkin hal yang dia lakukan
adalah kebanggaan baru baginya
namun, ada yang lebih adil untuk menentukan semuanya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

puisi_sajak_q

rinduku YF....