Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2010
satu untuk Allah
bersama kita terluka,
jika aku harus bersahabat dengan musuhku sendiri, aku tak kan membiarkan hati, lidah dan pikiranku melukainya
aku, adalah jelmaan yang senantiasa membuat pagi lenyap... aku, adalah jelmaan yang senantiasa membuat senja beranjak pergi...
bila aku berjalan ke timur.. aku ingin berada di antara embun dan kicau burung yang tenangkan hati dan pikiranku sedang aku ingin tidurku diantara senja dan malam yang penuh dengan kemesraannya yang senantiasa membuat lelap siapapun terjaga...
AKU BERDIRI DI ATAS YANG TERLALU TINGGI BERDIRI TANPA PENOPANG DAN ITU ADALAH KAMU
terimakasih cinta...aku peduli denganmu
aku menyambut pagi... ada apa denganku, saat hati dan pikiran saling membenci
aku ingin mengucapkan salam pada pagi, saat mataku masih terasa begitu kantuk, dan aku ingin sekali bersama pagi untuk sekejap saja menemaniku sampai embun di pucuk cemara itu menguap ....
mungkin waktu pisahkan kita, tapi ku kan menemuimu si surga atas nama keabadian,,, dan kau pun akan puas miliki aku tanpa ada yang merebutku darimu... karna kita saling menyayangi, dan tak sekedar itu, aku menginginkan lebih
cinta... dirimu miliki arti, aku suka dengan caramu memperlakukanku, pagi pun bersenandung menyambutmu..
aku ingin mencintainya... sayang yang abadi... teruntuk ksatriaku...
aku ingin menjadi profil dalam bingkai hidupmu, karna aku ingin segalanya berubah jadi nyata... abadi,
aku menyakitinya lagi, aku tak kan bertahan dengan hidupku saat ini, aku ingin lepaskan hati yang selalu berbuat salah, bertingkah semaunya aku ingin bebaskan jiwaku dari nakalnya pikiranku.....
aku akan sampaikan pesanku pada matahari... dan langit kan mendengarkanku...
buatkan aku istana keabadian yang hanya aku dan kamu pasti ada di situ,,,
yang aku lakukan untukmu, adalah ketulusanku, memberi hati tanpa membagi adalah aku tempatmu kembali namun, kau terlalu jauh untuk dari jangkauanku, hingga sayangmu pudar tanpa kau tahu
akulah maha cinta yang memberimu kehidupan....
cinta.. aku ingin kau memberiku nafas yang tiada berbatas... hingga senja tak kan mampu pisahkan aku dengannya cinta... aku ingin kau memberiku dunia yang tak asing bagiku agar aku bisa bertahan lebih lama dengannya....
aku dan kamu adalah satu tapi aku tak pernah ada di hatimu itu bukan satu entah terpisah jarak dan ruang untukku menyatu denganmu, tapi seakan melihatmu pergi aku tak pernah sekalipun ingin merindukanmu.....
aku berada di antara hati dan pikiranmu,... keduanya adalah tempat aku bersemayam dalam dirimu,
aku persembahkan tiga kata yang tak kan mampu menjauhkanmu , dariku aku persembahkan tiga kata hingga kau tak bisa berpaling dariku, dan aku persembahkan tiga kata hingga tak kan bisa mengakhiri kisah kita...
cinta, ataukah emas yang kau pilih pada satu bintang yang memilihmu namun, jangan palingkan pandanganmu saat hujan, menghapus amarahmu
meski tubuhku mulai rapuh... meski waktu berlalu jauh...
meski tubuhku mulai rapuh... meski waktu berlalu jauh...
satu ruang hampa tercipta dari sebongkah angkuh di tepian amarah... untuk apa, aku melangkah menjauhi kesepian sampai aku berada ditengah riuh redam gemuruh, berteriak mencapai langit-langit dinding hati... nafasku berhenti. namun tanganku kan bersaksi
ada aku menanti waktu penuh luka terbelah sembilu atau nanah yang tercabik belati ketika hancur rupa diwajah adakah hati sebagai kecantikanku Tuhankah sebagai kekasihku atau malam sebagai pembaringanku.. hai, sang fajar beserta pengawalmu antarkanku dalam keramaian pasar tatkala, aku terlempar dalam keterasingan... ijinkan disana semua mata kan memujaku....
mungkinkah seperti musim.. jika matahari disana slalu berganti wajah berganti rupa dengan hati yang penuh luka senjapun menatap merah, dibarat sana
mungkin, aku adalah mataharimu.... dan sejak saat itu, kaulah yang tercipta untukku.... mungkin, aku adalah senja bagimu.... hingga sejak saat itu, aku menjadi pilihan terakhirmu...